Pembaca KAMI

Sunday, May 22, 2011

Pameran

Nota ini dalam Bahasa Indonesia. Harap Semua dapat bace n faham. Kalau ade kene mengene sila la amek... :D

Pengertian Pameran

Pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan sehingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas.

Jenis-jenis Pameran:

Pameran Tetap (Permanent Exhibition)
Pameran Temporer (Temporary Exhibition)
Pameran Keliling (Traveling Exhibition)


Penjelasan Jenis-jenis Pameran
Pameran yang diselenggarakan umumnya menampilkan karya seni rupa moden dan kontemporer (lukisan, patung, grafik, kriya, desain, photografi, arsitektur, dll) dari Malaysia dan seluruh negara.

Pelaksanaan pameran meliputi:

PAMERAN TETAP

Pameran yang menyajikan karya-karya koleksi Galeri secara periodik yang ditata berdasarkan konsep kuratorial dan diselenggarakan oleh Galeri .Waktu penyelenggraan Pameran Tetap berlangsung minimal 1 kali dalam satu tahun


PAMERAN TEMPORER

Pameran tunggal atau pameran bersama yang menyajikan karya-karya seni rupa dalam jangka waktu tertentu yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia atau kerjasama dengan pihak lain.Waktu penyelenggaraan Pameran Temporer berlangsung minimal selama 10 hari, maksimal berlangsung selama 30 hari.

Penjelasan mengenai prosedur pameran;

 

PAMERAN KELILING

Pameran yang menyajikan karya-karya koleksi Galeri Nasional Indonesia maupun karya di luar koleksi Galeri Nasional Indonesia ke berbagai daerah di Indonesia dan atau di luar negeri yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia atau kerjasama dengan pihak lain.
Waktu penyelenggaraan Pameran Keliling minimal berlangsung selama 10 hari.


Pola Pameran Temporer meliputi :

PAMERAN TUNGGAL / PAMERAN BERSAMA

Materi yang dipamerkan pada pameran bersama merupakan karya-karya lebih dari satu seniman. Biaya pameran ditanggung oleh seniman yang bersangkutan.Peminjaman gedung dilakukan dengan cara mengajukan permohonan disertai porposal kepada Galeri Nasional Indonesia, selanjutnya permohonan tersebut akan dipertimbangkan oleh Tim Kurator. Fasilitas pokok yang disediakan gedung pameran berupa panel, lampu, bantuan teknis tata pameran dan fasilitas keamanan.
Penyelenggaraan pameran dapat dilangsungkan antara 1 minggu sampai 3 minggu. Selama satu tahun pameran yang diselenggarakan di gedung ini dapat mencapai 15 pameran.

   

PAMERAN KERJA SAMA

Pola pameran ini dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara Galeri Nasional Indonesia, dengan pihak lain. Pihak lain tersebut dapat merupakan lembaga/organisasi kebudayaan/kesenian, museum, galeri, dan Pusat-Pusat Kebudayaan negara sahabat.
Biaya penyelenggaraan ditanggung bersama. Pameran Kerja sama ini dapat dilaksanakan selama 10 kali dalam 1 tahun, tiap-tiap pameran dapat dilaksanakan antara 2 minggu sampai 1 bulan.

PAMERAN KHUSUS

Pameran khusus adalah pameran yang biaya penyelenggaraannya sepenuhnya ditanggung oleh Galeri Nasional Indonesia. Materi yang dipamerkan dapat merupakan koleksi Galeri Nasional Indonesia atau milik seniman atau kolektor lainnya. Penyelenggaraan pameran khusus mencapai 2 atau 3 kali dalam setahun.

Ketentuan Pelaksanaan Pameran
Penyelenggara

Penyelenggara pameran adalah tim kerja pengelola yang dibentuk oleh pihak Galeri Nasional Indonesia, pihak lain atau merupakan hasil gabungan kerjasama antara kedua belah pihak, namun dalam pelaksanaannya pihak Galeri Nasional Indonesia tetap menjadi bagian dari penyelenggaraan.

Proposal dan Evaluasi

Setiap bentuk penyelenggaraan pameran harus didahului dengan penyusunan proposal oleh pihak penyelenggara yang berisi mengenai konsep pameran, biodata seniman, dan repro karya yang akan dipamerkan, selambat-lambatnya enam (6) bulan sebelum pelaksanaan pameran.

Pelaksana pameran temporer (event organizer) wajib menyerahkan deskripsi atau uraian materi pameran sebelum waktu pelaksanaan untuk kepentingan publikasi agenda pameran (calendar of event), baik cetak maupun eletronik.

Kurator atau pelaksana pameran diharuskan menyiapkan materi informasi dan publikasi seperti: catalog, spanduk, baligo, poster, label karya dan label pengantar kuratorial, untuk menunjang pemahaman apresian (publik).

Pelaksana pameran (event organizer) diharuskan melakukan koordinasi dengan pihak galeri, khususnya hal-hal yang bersifat teknis antara lain:
  1. Penyimpanan karya
  2. Desain/layout pameran
  3. Penataan ruangan dan pemasangan karya (display)
  4. Sarana dan perlengkapan yang akan dipergunakan
  5. Pemasangan sarana publikasi di area Galeri Nasional Indonesia
  6. Acara kegiatan lain sebagai penunjang pameran

Setiap proposal penyelenggaraan akan dievaluasi melalui proses pemilihan oleh kurator Galeri. Hasil evaluasi tersebut berupa: diterima langsung, diterima dengan beberapa saran dan catatan atau ditolak langsung.Hasil keputusan evaluasi tim kurator Galeri Nasional Indonesia akan disampaikan melalui surat keputusan resmi.


Waktu Penyelenggaraan

Waktu penyelenggraan Pameran Tetap berlangsung minimal 1 kali dalam satu tahun.
 Waktu penyelenggaraan Pameran Temporer berlangsung minimal selama 10 hari, maksimal berlangsung selama 30 hari.Waktu penyelenggaraan Pameran Keliling minimal berlangsung selama 10 hari.


Prosedur Pameran

Prosedur dan mekanisme Pameran Tetap sebagai berikut:

  1. Penentuan atau pemilahan koleksi yang akan dipamerkan mengacu pada konsep kuratorial dengan mempertimbangkan aspek sejarah, tematik, dan keragaman visiualisasi bentuk.
  2. Koleksi yang akan dipamerkan harus dalam kondisi baik dan telah dilakukan proses perawatan (restorasi/konservasi).
  3. Pada ruang pameran tetap disediakan data (label) informasi berupa pengantar curator dan pada setiap koleksi yang dipamerkan juga disediakan label karya atau informasi lainnya.
  4. Perubahan atau pergantian tata pameran tetap dapat dilakukan secara periodic sata atau dua tahun sekali.
  5. Pameran tetap dibuka untuk umum setiap hari, pukul 10.00 – 16.00, kecuali hari Senin (libur).
  6. Diupayakan penyebarluasan informasi tentang pameran tetap melalui berbagai media publikasi serta dilakukan bimbingan edukasi untuk pengunjung yang membutuhkan.

Prosedur dan mekanisme Pameran Temporer di Galeri Nasional Indonesia, khususnya yang diprakarsai oleh pihak di luar Galeri Nasional Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Mengajukan surat permohonan pameran atau pemakaian gedung yang ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia.
  2. Surat permohonan dilampiri Proposal Pameran yang memuat konsep pameran, biodata seniman dan repro karya yang akan sipamerkan, diajukan selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum jadwal permintaan.
  3. Setiap pameran yang akan digelar di Galeri Nasional Indonesia wajib menggunakan kurator dan merupakan hasil dari proses kuratorial.
  4. Galeri Nasional Indonesia berhak mendapatkan dokumentasi untuk kepentingan apresiasi, edukasi dan kepentingan ilmiah dilaksanakan dalam rangka publikasi, promosi dan kajian perkembangan seni rupa.

Prosedur dan mekanisme Pameran Keliling adalah sebagai berikut:

  1. Menyusun perencanaan kuratorial (TOR/Proposal Kegiatan).
  2. Merancang kerjasama dengan lembaga mitra kerja dalam hal materi dan pelaksanaan.
  3. Menetapkan materi pameran, registrasi dan asuransi.
  4. Merencanakan penulisan materi untuk dokumentasi dan publikasi.
  5. Merencanakan pengecakapan dan pengiriman karya.
  6. Merencanakan display, acara pembukaan, program edukasi untuk publik.


KERJASAMA DAN USAHA

Pengertian dan Lingkup Kerjasama

Setiap penyelengaraan pameran merupakan bentuk kerjasama antara Galeri Nasional Indonesia dengan Lembaga mitra lainnya, baik sebagai bentuk kerjasama kuratorial, kerjasama teknis, maupun aspek pendanaan.Kerjasama kuratorial mencakup perencanaan konsep dan materi pameran, penataan pameran, kegiatan public dan publikasi.
 Kerjasama dalam aspek pendanaan meliputi biaya perencanaan dan penyelenggaraan serta operasional gedung.Kerjasama teknis, meliputi: Operasional gedung dan pemeliharaan fasilitas pameran, sumber daya manusia, keamanan, kebersihan, dokumentasi dan publikasi.


Kerjasama Lembaga Pemerintah dan Non-Pemerintah

Kerjasama dengan Lembaga Pemerintah diselenggarakan dalam upaya pengembangan seni budaya.Kerjasama dengan Lembaga antar Negara dalam rangka upaya kerjasama pertukaran kebudayaan.Kerjasama dengan lembaga Non-Pemerintah (profit dan non-profit) untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap perkembangan seni rupa.


Sponsorship

Kerjasama Galeri nasional Indonesia maupun pihak penyelenggara dengan pihak sponsor yang diatur dalam kesepakatan kerjasama.Pemasangan sarana publikasi yang mencatumkan logo atau produk komersial dari sponsor dikoordinasikan dengan pihak Galeri.Hal yang terkait dengan pajak akibat pemasangan materi promosi dan produk sponsor menjadi tanggung jawab pihak sponsor.

GERAK BALAS PAMERAN
Pameran
  • Merancang dan menyediakan storyboard pameran;
  • Menyediakan cadangan anggaran perbelanjaan berkaitan pameran;
  • Menyelidik serta mengumpul maklumat dan bahan pameran berpandukan storyboard;
  • Merancang dan mengurus tempahan tapak pameran dan kemudahan asas;
  • Menyelaras persediaan dan perlaksanaan pameran di semua peringkat;
  • Menyediakan reka bentuk dan spesifikasi teknikal untuk sebutharga/tender;
  • Merancang anggaran belanjawan mengurus tahunan;
  • Menyediakan laporan maklumbalas dan cadangan penambahbaikan;
  • Menyelenggara peralatan pameran supaya sentiasa berada dalam keadaan baik;
  • Menyediakan laporan bulanan/tahunan.

Publisiti Luar
  • Merancang serta mengenalpasti tapak bahan publisiti luaran seperti:- Paparan bentuk-V, Paparan Sementara, Billboard, Kotak Gambar Luar (Showcase) dan lain-lain;
  • Menyelaraskan dengan pihak berwajib bagi melaksanakan projek publisiti luar;
  • Bertanggungjawab menyediakan reka bentuk dan spesifikasi teknikal serta memberi nasihat teknikal kepada lembaga tender/sebutharga;
  • Menyelidik kaedah bahan-bahan terkini mengikut kualiti pengeluaran;
  • Merancang dan mengurus serta menyediakan anggaran belanjawan mengurus tahunan;
  • Meninjau serta menyelidik tapak binaan bahan publisiti luaran;
  • Memantau dan mengumpul maklumat untuk keberkesanan bahan publisiti luaran;
  • Mengawal dan memeriksa mutu kerja di tempat pembekal dan tapak pembinaan;
  • Menyediakan laporan bulanan/tahunan.


Saturday, May 21, 2011

BMM 3104.

KOLEKSI BAHAN BACAAN 

Koleksi bahan bacaan adalah semua bahan sumber maklumat bercetak yang diselenggara dan disimpan di Pusat Sumber Sekolah untuk digunakan oleh  pelajar dan guru. Koleksi bahan bacaan boleh diklasifikasikan kepada beberapa
kategori, antaranya adalah :
·  Buku Fiksyen
·  Buku Bukan Fiksyen ( Pinjaman )
·  Buku Bukan Fiksyen ( Rujukan )
·  Bahan Terbitan Berkala.
·  Bahan khusus.

BUKU FIKSYEN

Buku fiksyen merupakan karya sastera yang diterbitkan daripada rekaan atau khayalan seseorang pengarang. Buku fiksyen dapat diklasifikasikan mengikut bahasa, antaranya :

·  Buku Fiksyen Melayu
·  Buku Fiksyen Inggeris
·  Buku Fiksyen Cina
·  Buku Fiksyen Tamil
·  Buku Fiksyen Arab
 Kebiasaannya cerita- cerita yang terdapat dalam buku-buku fiksyen  adalah :
 ·  Cerita Sains
·  Cerita Nasihat
·  Cerita Dongeng
·  Cerita Khayalan
·  Cerita Binatang
·  Cerita Rakyat

BUKU BUKAN FIKSYEN
Buku bukan fiksyen terdiri daripada buku bukan fiksyen untuk pinjaman dan buku bukan fiksyen untuk rujukan. Buku bukan fiksyen pinjaman merupakan buku-buku bukan fiksyen yang diberi pinjam kepada pengguna. Buku bukan fiksyen rujukan  adalah buku-buku yang digunakan untuk rujukan sahaja dan tidak dibenarkan dipinjam oleh pengguna. Semua buku bukan fiksyen dikelas dibawa sepuluh bidang utama iaitu :
·  Karya am
·  Falsafah
·  Agama
·  Sains Kemasyarakatan
·  Bahasa
·  Sains Tulen
·  Teknologi
·  Kesenian
·  Kesusasteraan
·  Sejarah & Geografi


BUKU RUJUKAN 

Buku-buku  rujukan bukanlah buku untuk dibaca berterusan tetapi khas untuk
mencari maklumat tentang sesuatu perkara, antaranya maklumat tentang
makna perkataan, sesuatu kejadian, peristiwa, berita, fakta, butiran tentang
tempat, data dan sebagainya. Buku rujukan terdiri daripada :
  a. Buku Rujukan Umum
  b. Buku Rujukan Am
  c. Buku Rujukan Khusus
  d. Bahan Khusus

BUKU RUJUKAN UMUM

Buku rujukan umum merupakan buku-buku bacaan tambahan serta memenuhi
keperluan-keperluan pengajaran dan pembelajaran pelajar, berkaitan dengan
mata pelajaran-mata pelajaran yang diajar di sekolah dan memenuhi kehendak
kurikulum. Buku rujukan umum terdiri daripada buku-buku ilmiah.

BUKU RUJUKAN AM

Buku-buku rujukan am memberi maklumat umum dan berguna untuk semua
orang. Ia berguna untuk  rujukan cepat tetapi tidak begitu mendalam. Di
antara buku rujukan am adalah :
  a.  Almanak
  b.  Atlas
  c.  Direktori
  d.  Ensiklopedia umum
  e.  Gazetir
  f.   Kamus umum

BUKU RUJUKAN KHUSUS

Buku-buku rujukan khusus memberi maklumat semasa secara terperinci,     
mendalam dan khusus untuk pengguna-pengguna tertentu sahaja. Ia     
mengandungi maklumat terperinci mengenai satu cabang ilmu sahaja. Di
antara buku rujukan khusus adalah :
  a. Abstrak
  b. Bibliografi khas
  c. Biografi Individu
  d. Ensiklopedia Khusus
  e. Buku Glosari  
  f.  Buku Indeks
  g. Buku Istilah
  h. Kamus khusus

BAHAN KHUSUS

Bahan khusus  merupakan bahan yang diterbitkan berdasarkan sesuatu perkara
atau bidang khusus. Di antara bahan khusus adalah :
  a. Kertas Seminar
  b. Pekeliling
  c. Tesis
  d. Maklumat perangkaan

KOLEKSI BUKU MALAYSIA
Koleksi buku Malaysiana terdiri daripada buku-buku yang diterbitkan di Malaysia, ditulis oleh warga Malaysia, mengenai Malaysia sama ada diterbitkan di dalam atau di luar Malaysia.
 
KOLEKSI BUKU NADIR   
 Koleksi buku nadir terdiri daripada buku-buku lama yang diterbitkan sebelum 1900 atau terbitan yang jarang atau sukar didapati. 

BAHAN TERBITAN BERKALA
Bahan Terbitan Berkala merupakan bahan yang diterbitkan secara berkala atau bersiri. Bahan-bahan ini mungkin diterbitkan seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali atau mengikut jangka masa tertentu. Di antara bahan terbitan    berkala adalah :
·  Buletin
·  Jurnal
·  Laporan Tahunan
·  Majalah
·  Risalah
·  Surat khabar

ABSTRAK
 Abstrak adalah satu penerbitan yang merupakan sesuatu perwakilan yang lepas dan ringkasan tentang isi kandungan sesuatu dokumen serta mengikut gaya penulisan yang sama dengan dokumen yang asal. Abstrak digunakan adalah untuk membantu pembaca :
·  Menilai isi kandungan sesuatu dokumen dan   potensi kesesuaiannya.
·  Membuat nota dan catatan yang berkesan
·  Tentang bahan semasa.
·  Dalam penyampaian laporan.
·  Dalam pemilihan dokumen yang sesuai dan mengumpulan maklumat yang dikehendaki 

ALMANAK

Almanak merupakan koleksi pelbagai fakta dan maklumat  perangkaan. Ia juga merupakan kalender tahunan yang mengandungi senarai haribulan dengan maklumat lain seperti terbit dan masuk matahari, air pasang surut, peredaran bulan dan ramalan cuaca. Almanak digunakan untuk mendapatkan maklumat perangkaan atau fakta mengenai bidang-bidang tertentu dengan cepat dan mendalam.

BIBLIOGRAFI
Bibliografi merupakan satu senarai nama buku atau daftar penerbitan bercetak yang disusun mengikut nama pengarang, judul atau subjek dan disusun dalam  susunan berabjad. Ia terdapat dibahagian akhiran sesebuah bahan penerbitan bercetak. Bibliografi mengandungi judul buku, nama pengarang, tempat dan tahun diterbitkan. Bibliografi dapat dibahagikan kepada dua jenis iaitu :
 ·  Bibliografi di bahagian akhiran buku.
·  Bibliografi  jilid khas atau buku.

Tujuan menggunakan Bibliografi adalah untuk :

·  Memudahkan pembaca mencari buku rujukan lain  yang berkaitan dengan isi kandungan buku yang telah dibaca.
·  Menggalakkan pembaca membuat rujukan tambahan .
·  Untuk memudahkan pengguna mencari maklumat yang diperlukan tanpa mengetahui dengan lengkap setiap butiran  tentang sesuatu bahan. 

BIOGRAFI
Biografi adalah buku yang mengandungi koleksi maklumat mengenai riwayat hidup individu. Tujuan menggunakan buku biografi adalah :
 ·  Untuk mendapatkan maklumat tentang seseorang tokoh dengan lebih mendalam sama ada yang masih hidup atau meninggal dunia. 

ENSIKLOPEDIA
Ensiklopedia merupakan bahan rujukan yang memuatkan maklumat luas tentang semua cabang ilmu pengetahuan yang pada umumnya disusun mengikut abjad. Ensiklopedia memuatkan semua tajuk tentang peristiwa atau fakta dan mampu menjawab persoalan tentang apa, bila, siapa, di mana, mengapa dan bagaimana kecuali hal -hal yang bersifat mutakhir. Penghuraiannya jelas dan kadang-kadang ia dilengkapi gambar-gambar dan ilustrasi bergambar untuk menjelaskan lagi maksud yang hendak disampaikan. 
Ensiklopedia terbahagi kepada dua jenis iaitu : 

 ·  Ensiklopedia umum
Ia terdiri daripada beberapa jilid yang mengandungi  maklumat am  tentang  perkara atau bidang tertentu. 

 ·  Ensiklopedia Khusus
Ia terdiri daripada satu jilid atau beberapa jilid dan mengandungi   keterangan yang lebih khusus dan mendalam  bagi satu-satu perkara    atau bidang yang  berkenaan. 

 Tujuan menggunakan ensiklopedia adalah :
 ·  Untuk mendapatkan gambaran umum tentang sesuatu  perkara atau topik dengan merujuk ensiklopedia umum.
·  Untuk mendapatan maklumat mendalam tentang sesuatu  perkara atau topik dengan merujuk  ensiklopedia khusus.

GAZETIR
Buku gazetir memberi maklumat geografi dan data mengenai tempat-tempat atau lokasi. Ia tidak memberi definisi istilah-istilah geografi. Selain daripada maklumat geografi ia juga menyediakan maklumat berkenaan sejarah, perangkaan, kebudayaan dan fakta-fakta yang lain mengenai tempat-tempat. Gazetir disusun mengikut abjad. 

Tujuan menggunakan gazetir
Gazetir digunakan untuk mencari maklumat geografi, sejarah dan ekonomi    sesuatu tempat.

GLOSARI
Glosari merupakan satu senarai keterangan tentang istilah atau perkataan tertentu mengikut tajuk atau bidang berserta takrifnya yang disusun menurut abjad, khusus bagi sesuatu bidang pengetahuan. 

Terdapat dua jenis glosari iaitu:
·  Glosari yang terdapat pada halaman glosari di bahagian akhiran buku bagi buku bukan fiksyen.
 ·  Buku Glosari, sebuah buku khas yang menerangkan maksud perkataan-perkataan tertentu dalam bidang-bidang tertentu. 

 Tujuan menggunakan glosari 

·  Glosari memudahkan seseorang pembaca memahami maksud sesuatu perkataan atau istilah yang kurang jelas. 
·  Ia juga  mempercepatkan pencarian maklumat yang tepat supaya pembaca dapat memahami isi kandungan sesuatu buku tanpa merujuk kepada kamus.


INDEKS
 Satu senarai petunjuk yang disusun secara berabjad mengenai sesuatu   maklumat seperti perkataan atau topik.
Tujuan Indeks
·  Memudahkan pembaca mengesan maklumat tertentu di dalam sesebuah buku yang dibaca.
·  Memudahkan pembaca merujuk di mana maklumat tertentu didapati.

Jenis-jenis Indeks
 ·  Indeks di bahagian akhir buku.
·  Indeks Jilid Khas.

ISTILAH
Perkataan yang mempunyai makna yang khas dalam sesuatu bidang ilmu   pengetahuan. 
 Tujuan menggunakan istilah :
 ·  Untuk  mendapatkan ejaan yang betul.
·  Untuk membuat terjemahan.
·  Untuk ketepatan penggunaan perkataan.

 Jenis Istilah
 ·  Halaman Istilah.
Halaman Istilah biasanya terdapat di bahagian akhiran buku.

 ·  Buku Istilah.
Buku Istilah merupakan buku khusus tentang sesuatu  istilah dalam  bidang    tertentu.

KAMUS
Kamus merupakan buku koleksi perkataan dan maklumat tentang perkataan seperti definisi, makna , asal-usul, sebutan, sukukata, tatabahasa,    penggunaan, dan kedudukan semasa dalam susunan berabjad. Kamus terdiri daripada beberapa jenis, antaranya adalah :
  a. Kamus umum ialah kamus biasa yang mengandungi maklumat   seperti :
- Makna sesuatu perkataan
- Cara menggunakan perkataan
- Ejaan yang betul

  b. Kamus Terjemahan                                                                              
Kamus jenis ini hanya memberi makna sesuatu perkataan dalam  satu bahasa ke bahasa yang lain.
  
c. Kamus Perkara Khas ( Kamus khusus )
Kamus ini memberi maklumat yang terperinci mengenai sesuatu       perkataan dalam sesuatu bidang tertentu.
 Tujuan menggunakan kamus adalah :
  a. Untuk mencari makna atau definisi perkataan .
  b. Untuk mengetahui asal-usul perkataan.
  c. Untuk mengetahui bagaimana sesuatu perkataan disebut.
  d. Untuk mengetahui jenis perkataan.
  e. Untuk menunjukkan cara menggunakan perkataan.
  f.  Untuk mengetahui ejaan yang betul.

Jenis-jenis bahan bacaan

Surat khabar
Memaparkan pelbagai isu semasa yang berlaku di dalam & luar negara.

Motivasi
Mempunyai kelompok pembaca tersendiri. Buku motivasi kebanyakannya menyelitkan tips serta arah tuju yang patut diteladani serta memberi panduan untuk menjadi lebih baik.

Majalah
Terdapat banyak jenis majalah di pasaran seperti teknologi, resipi masakan, automotif, dekorasi rumah, sukan, fesyen, gaya hidup, hiburan & sebagainya. Pengaruh gambar serta maklumat yang ditampilkan sesebuah majalah mempengaruhi pembaca.

Ekonomi
Menjadi petunjuk kepada pasaran ekonomi semasa, selain analisis pergerakan pasaran ekonomi negara & dunia.

Komik
Mudah mendapat tempat di pasaran. Lambakan komik dengan pelbagai tema seperti aksi perang, dramatik, perlumbaan kereta, selain komik kanak-kanak menjadi teman penghibur pada waktu lapang.

Novel
Paling mendapat tempat di pasaran. Kebanyakan novel yang menjadi pilihan masyarakat berkisar mengenai kekeluargaan, motivasi, masalah sosial, tragedi, seram & percintaan.

BMM 3104

Pemerengganan Karangan

Ciri-ciri pendahuluan karangan
• Pendahuluan karangan seboleh-bolehnya menggambarkan tajuk perbincangan dan keseluruhan isi yang hendak dibincangkan dalam perenggan isi karangan.

• Pembaca akan membuat kesimpulan awal tentang apa-apa yang ditulis setelah membaca pendahuluan. Sehubungan dengan itu, anda sekurang-kurangnya mesti berupaya untuk mengetahui dan menulis beberapa jenis perenggan pendahuluan.

Terdapat 7 jenis perenggan pendahuluan :

Secara umumnya, perenggan pendahuluan terbahagi kepada :
a. Pendahuluan jenis definisi.
b. Pendahuluan jenis pendapat.
c. Pendahuluan jenis situasi/suasana.
d. Pendahuluan jenis persoalan.
d. Pendahuluan jenis peribahasa.
e. Pendahuluan jenis puisi.
f. Pendahuluan jenis sejarah.


Pengenalan perenggan isi

Bahagian isi atau badan karangan terdiri daripada beberapa perenggan atau paragraf. Setiap paragraf mempunyai fungsi tersendiri tentang tajuk atau tugasan soalan.

• Perenggan merupakan satu kumpulan kalimat yang disusun secara logis dan sistematik.

• Setiap paragraf mengandungi makna, pesan, fikiran ataupun satu persoalan pokok dan selaras dengan persoalan pokok yang dibawa oleh keseluruhan karangan berkenaan.

• Sesuatu paragraf dihasilkan daripada sejumlah ayat yang berkaitan antara satu sama lain.

• Paragraf juga merupakan satu kesatuan pemikiran sama ada untuk menggambarkan pengalaman,
pendapat, pandangan serta imaginasi.
Secara umumnya, perenggan isi terbahagi kepada 3 bentuk. Walaubagaimanapun, untuk penulisan karangan pelajar tingkatan empat dan lima, penulisan karangan biasanya menggunakan perenggan 4 unsur.
a. Perenggan Deduktif
b. Perenggan Induktif
c. Perenggan Gabungan/perenggan 4 unsur.


Ciri-ciri perenggan 4 unsur.

Setiap paragraf hendaklah mengandungi 4 unsur ;
a. Ayat topik/isi utama.
• Mesti menjawab tugasan yang diberikan dalam soalan.
• Gunakan ayat yang mudah.


b. Huraian (ayat huraian)
• Pengembangan isi berdasarkan isi utama.
• Boleh merangkumi aspek persoalan bagaimana dan mengapa. • Menggunakan penanda
wacana yang sesuai.
• Gunakan kosa kata, ungkapan atau frasa menarik.


c. Contoh (ayat contoh)
• Bukti penyokong kepada isi utama dalam bentuk data statistik, pendapat orang yang sangat
dikenali ramai dan dihormati, dan penemuan atau kajian sains.


d. Kesimpulan (ayat penegas)
• Penutup kepada perenggan dan menegaskan


Contoh Perenggan 4 Unsur

Contoh 1
Skop soalan : Punca kesesakan jalan raya
Punca selanjutnya yang menyebabkan berlakunya kesesakan jalan raya ialah disebabkan oleh sikap pengguna jalan raya yang tidak mematuhi undang-undang jalan raya. Kebanyakan mereka terutamanya pemandu kenderaan memandu kenderaan mereka dengan mengikut hati sendiri tanpa mematuhi undang-undang jalan raya dan menghormati hak pengguna jalan raya yang lain. Pengguna jalan raya seperti ini menganggap jalan raya hak mereka sendiri. Tindakan yang dilakukan oleh mereka ini telah mengundang berlakunya kesesakan di jalan-jalan raya. Keadaan ini menyebabkan mereka melakukan pelbagai kesalahan jalan raya seperti memotong barisan kenderaan, melanggar lampu isyarat merah, memotong di garisan berkembar, dan berhenti di petak kuning. Hal ini jelas menunjukkan bahawa sikap pengguna jalan raya yang tidak bertanggungjawab mengundang berlakunya kesesakan di jalan raya.
Rujukan (sila rujuk perkataan berwarna):
Biru : Ayat utama/ayat topik
Coklat :Ayat HuraianMerun :Ayat contohJingga :Ayat penegas


Contoh 2

Soalan karangan :

Masalah sosial dalam kalangan remaja di negara kita sudah menjadi semakin serius sejak akhir-akhir ini.
Pada pendapat anda, bagaimanakah kita hendak membendung masalah ini daripada menjadi semakin buruk?

Salah satu cara untuk membendung masalah sosial dalam kalangan remaja ialah peranan institusi keluarga. Institusi keluarga merupakan elemen yang rapat dengan remaja. Sehubungan itu, hubungan yang rapat ibarat isi dengan kuku membolehkan institusi keluarga mengenali, mengawasi dan menasihati remaja. Selain itu, institusi keluarga juga hendaklah mewujudkan suasana harmoni di rumah kerana rumah merupakan asas kepada kehidupan berkeluarga. sebarang bentuk pertengkaran hendaklah dihindarkan, sebaliknya ketua keluarga mengambil langkah untuk merancang sesuatu yang membina kepada ahli keluarganya seperti bersembahyang dan makanbersama. Pakar motivasi Datuk Dr. Mohd Fadhilah Kamsah menyatakan institusi keluarga merupakan entiti penting bagimengatasi masalah sosial dalam kalangan remaja. Sejajar dengan itu, remaja sememangnya memerlukan perhatian maka, adalah penting bagi institusi keluarga untuk memainkan peranan yang utama agar masalah sosial dalam kalangan remaja dapat dibendung. Oleh itu, memang tidak dinafikan bahawa peranan institusi keluarga merupakan satu cara bagi membendung masalah sosial remaja.
Rujukan (Sila rujuk perkataan berwarna) :
Biru : Ayat topik
Coklat : Ayat huraian
Merun : Ayat contoh
Jingga : Ayat penegas

Contoh 3
Soalan Karangan :
Sambutan bulan kemerdekaan, sekolah anda telah menganjurkan pidato kemerdekaan. Anda berminat untuk menyertai pidato tersebut.
Tajuk pidato tersebut ialah cara-cara memupuk semangat patriotik dalam kalangan pelajar.
Tuliskan pidato tersebut selengkapnya.

Contoh perenggan 4 unsur.
Antara langkah yang boleh dijalankan untuk memupuk semangat patriotik dalam kalangan pelajar adalah dengan mengajar mata pelajaran Sejarah di sekolah. Hal ini demikian kerana dengan adanya mata pelajaran Sejarah, semangat patriotik dapat disebarkan secara menyeluruh dengan lebih mendalam mengenai sejarah negara kita. Sebagai contoh, pelajar dapat mengetahui peristiwa-peristiwa penting semasa negara hendak mencapai kemerdekaan dan menyelami pelbagai kesengsaraan yang dialami oleh pejuang-pejuang negara dalam usaha untuk mencapai kemerdekaan. Dengan ini, semangat patriotik dapat diterapkan dalam diri setiap pelajar untuk mempertahankan kebebasan yang telah kita perolehi pada hari ini apabila mengetahui betapa tingginya nilai kemerdekaan sesebuah negara. Bak kata pepatah Melayu, 'tak kenal, maka tak cinta'. Selain itu, dengan mempelajari mata pelajaran Sejarah, pelajar juga dapat mengenali dengan lebih mendalam tentang tokoh-tokoh terkemuka yang telah banyak berjasa kepada negara. Hal ini akan membangkitkan semangat untuk mencontohi jasa-jasa yang telah ditaburkan. Aspek ini dapat dilihat dalam diri pelajar seperti pelajar akan mempunyai semangat yang lebih kental dan tidak mudah goyah dalam menegakkan sesuatu perkara demi keadilan negara. Oleh itu, mempelajari mata pelajaran Sejarah amat penting bagi melahirkan pelajar yang berjiwa patriotik dan mempunyai semangat cinta akan tanah air. kemerdekaan.
Rujukan (sila rujuk perkataan berwarna ) :
Biru : Ayat topik/ayat utamaCoklat : Ayat huraianMerun : Ayat contoh
Jingga : Ayat penegas

Perenggan penutup .
• Sesebuah karangan dianggap tidak lengkap jika tiada penutup atau kesimpulan.
• Penutup merupakan kesimpulan terhadap pendapat yang telah dikemukakan.
• Pelajar perlu berhati-hati apabila menulis perenggan penutup kerana sikap dan pandangan pelajar terhadap tajuk dapat dibayangkan.
• Penutup karangan mesti mempunyai kesimpulan yang lembut tetapi berkesan.
• Pelajar diingatkan supaya tidak mengulangi isi yang telah dikemukakan untuk bahagian penutup ini.


Thursday, May 19, 2011

WEBSITE UNTUK PSV3109

hai kawan!!susahkan nak dapatkan nota PSV..jadi KAMI dah jumpa satu website yg sesuai untuk mendapatkan rujukan PSV 3109.. ini dia website tu.... 

web  ni  milik  pensyarah dari Jabatan Teknologi Pendidikan , IPG Kampus Tuanku Bainun iaitu Dr Hj Sajap Maswan....


ok...anda klik ja link kat atas anda aku jumpa page ni..kat situ ada part PSV3109 Multimedia Kreatif dalam Pendidikan Seni Visual....bawahnya ada la segala bagai tentang subjek ni dari proforma sampai la nota....jadi tugas anda senang saja klik n download...semua nota dalam bentuk powerpoint...

p/s : terima kasih kepada page sajadstudio.info atas bahan yang amat berguna kepada KAMI dan rakan-rakan seluruh ipg...kami mohon halalkan ilmu yang kami ambil ini...aminnnn

Tuesday, May 17, 2011

KETAKSAMAAN PELUANG PENDIDIKAN

faktor yang mempengaruhi ketaksamaan peluang pendidikan di Malaysia
Kedudukan jauh daripada bandar/lokasi
Kekurangan dari segi infrastruktur
Kepercayaan masyarakat/gender
Ketidaksamarataan sosio-ekonomi
Kurang kemudahan kepada pelajar berkeperluan khas di sesetengah tempat
Sikap ibu bapa terhadap pendidikan anak
Jurang digital
Pencapaian murid
Kouta pengambilan
Keluarga
Biasiswa
Masalah peribadi


usaha yang dilaksanakan oleh kerajaan untuk mewujudkan kesamaan peluang pendidikan di Malaysia.
Pendidikan percuma pada semua peringkat
Mengadakan kurikulumyang sama
Peluang diberi tidak mengira latar belakang murid
Menggunakan bahasa pengantar bahasa Mandarin & Tamil di sekolah jenis kebangsaan
Mengadakan sistempersekolahan yang sama
Memberi bantuan persekolahan kepada semua
Skim pinjaman buku teks
Sistembaucer tuisyen
Akta pendidikan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...